Senin, 02 April 2012

W.H. Sheldon • Situasi Ilmiah Pendapat bahwa sifat-sifat jasmani merupakan aspek pokok dari kepribadian, artinya banyak ahli berpendapat bahwa tingkah laku yang mencerminkan kepribadian itu dalam banyak hal bersangkutan dengan keadaan jasmani yang nampak, kurang dapat diterima di Amerika Serikat Oleh karena itu, W. H. Sheldon merupakan karya besar dalam situasi ilmiah diatas. • Riwayat Hidup Pada tahun 1899, dilahirkan di Warwick, Rhode Island mendapat pendidikan di public school, kemudian masuk Brown University dan memperoleh gelar B.A. (1919). Gelar M.A. diperoleh dari Universitas Colorado dan Ph.D dalam psikologi dari Universitas Chicago ( 1926 ) Pada tahun 1926-1927 menjadi guru besar di Univ. Wisconsin Setelah menyelesaikan studi dalam bidang Kedokteran, dia bekerja di R.S. Kanak2 di Chicago dan kemudian mendapat beasiswa untuk belajar psikiatri di luar negeri selama 2 tahun. Selama dua tahun itu dia belajar pada C.G Jung juga Kretschmer. Tahun 1936 kembali ke Amerika Serikat dan diangkat sebagai guru besar di Universitas Chicago. Tahun 1938 pindah ke Harvard sampai dengan pecah perang dunia ke 2. Tahun 1947, Sheldon diangkat menjadi direktur lab. Konstitusi pada College of Physician and Surgeon di Universitas Columbia, menggantikan George Draper, yaitu perintis Constitutional Medicine. Tulisan2 Sheldon menekankan pada penggambaran komponen2 sturktural dari tubuh manusia serta komponen pokoknya ( 1942 ) dan penggunaan penemuan itu pada bidang kejahatan / kenakalan anak-anak ( 1949 ). Tokoh yang berpengaruh pada perkembangan teori Sheldon yaitu : - Ahli konstitusional terdahulu terutama Kretschmer dan Viola - Freud dan Jung ( Eropa ) - William James ( Amerika Serikat ) • Pokok-Pokok Teori Sheldon • Menurut Sheldon, struktur tubuh/jasmani sangat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Secara metodologis, Sheldon melakukan pengukuran struktur tubuh secara objektif melalui foto-foto yang telah distandardisasinya.  Struktur Tubuh Pengukuran struktur tubuh dimaksudkan untuk mendapatkan biological identification tag, bahwa faktor genetis dan biologis berperan dalam perkembangan individu dan faktor-faktor itu dapat dikenali melalui sejumlah pengukuran struktur tubuh. Somatotipe merupakan usaha untuk mengukur morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe.  Morphogenotipe – perkembangan bentuk dan struktur dari organisma  Phenotipe – karakteristik yang nampak  Dimensi-dimensi Jasmani Pengukuran Jasmani : Somatotipe performance test, yaitu menentukan morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe dengan cara membuat foto-foto tubuh manusia dari muka dan samping sehingga didapatkan variabel2 yang merupakan dasar dari variasi jasmani. Ditemukan 3 komponen / dimensi jasmani : 1. Endomorphy 2. Mesomorphy 3. Ectomorphy Istilah diatas dihubungkan dengan 3 lapisan pada pembentukan foetus manusia yaitu endoderm, mesoderm, ectoderm. Dominasi dari alat2 yang berasal dari lapisan tertentu akan menentukan dominasi dari komponen2 tertentu. Menurut Sheldon ada 3 tipe pokok keadaan jasmani : 1. Type Endomorph Komponen endomorphy dominan dibandingkan 2 komponen yang lain. Ciri-ciri : Alat-alat atau organ-organ internal dan seluruh sistem digestif yang berasal dari endoderm sangat berperan. Secara fisik tampak : lembut, gemuk 2. Tipe Mesomorph Komponen mesomorphy dominan dibandingkan komponen lain. Ciri-ciri : Bagian tubuh yang berasal dari mesoderm lebih berkembang. ( Otot, pembuluh darah, Jantung ). Secara fisik tampak : kokoh, keras, otot menonjol, tahan sakit, banyak ditemukan olahragawan, tentara. 3. Tipe Ectomorph Komponen Ectomorphy dominan Ciri-ciri : Organ2 ectoderm lebih berkembang seperti kulit dan sistem syaraf. Secara fisik terlihat : jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, otot tidak terlihat. • Analisa Tingkah Laku atau Kepribadian  Dimensi Temperamen 1. Viscerotonia Sifatnya berhubungan dengan fungsi dan anatomi alat-alat visceral / digestif. Alat pencernaan tipe ini relatif besar dan panjang, hati besar. Sifat temperament : Santai, suka hiburan, gemar makan, butuh afeksi, tidur nyenyak, bila menghadapi kesulitan membutuhkan orang lain. 2. Somatotonia Sifat-sifat yang dicangkupnya berhubungan dengan dominasi dan anatomi struktur somatis. Tipe ini suka akan ekspresi muskular. Ciri-cirinya : Sikapnya gagah, energetik, kebutuhan bergerak besar, suka berterus terang, suara lantang, bila menghadapi kesulitan butuh melakukan gerakan-gerakan. 3. Cerebrotonia Sheldon masih ragu dengan istilah ini, tapi dasar pemikirannya adalah aktifitas pokok yaitu perhatian dengan kesadaran dan inhibisa terhadap gerakan jasmani. Ciri-cirinya : Ragu-ragu, kurang berani bergaul dengan banyak orang, terhambat dalam berbicara di depan orang banyak, tanggap, hidup teratur, sukar tidur, bila menghadapi kesulitan butuh mengasingkan diri. • Hubungan antara Konstitusi dan Temperamen Endomorphy  Viscerotonia Mesomorphy  Somatotonia Ectomorphy  Cerebrotonia Komponen-komponen Primer Jasmani 1. Endomorfi Individu yang endomorfinya tinggi sedangkan kedua komponen lainnya rendah kelihatan lembek dan bulat. Tulang dan ototnya kurang berkembang,serta perbandingan antara tinggi dan berat badannya rendah. 2. Mesomorfi Jasmani yang berkembang dengan baik dalam komponen ini, dan merupakan nilai tengah antara kedua komponen lainnya, adalah keras dan persegi dengan tulang dan otot-otot yang menonjol. Tubuh mesomorfik demekian ini adalah kokoh,keras,tahan sakit, dan umumnya tahan melakukan pekerjaan yang berat membutuhkan energi. 3. Ektomorfi Berciri jangkung,rapuh,berdada pipih, dan bertubuh halus. Biasanya berbadan kurus dan kurang berotot. Memiliki otak dan sistem saraf pusat yang terbesar dibandingkan degan besar keseluruhan tubuhnya. Maka sheldon berpendapat bahwa tipe fisik ini lebih banyak terbentuk dari jarngan-jaringan berasal dari lapisan embrionik ektodermal dibandingkan kedua tipe jasmani lainnya. Inilah tipe jasmani yang paling leamah untuk bersaing dan bertahan secara fisik.